Wenas1032 speaks


Busway dan Pemilu
December 16, 2008, 11:01 pm
Filed under: National Issue | Tags: , , , ,

Emang ada hubungannya ya? hehe… sepertinya tidak. Cuma bisa aja sih kalo disambung2in. Begini ceritanya…

Namanya (calon) penumpang busway pasti pengin donk kalau bus yang ditumpanginya tidak penuh jadi dia bisa dapat tempat duduk. Tetapi di sisi lain dia pengin juga donk ga usah ngantri kelamaan langsung bisa naik bus tersebut. Akan tetapi sekarang kendalanya jumlah armada bus tidak sebanding dengan jumlah (calon) penumpang. Hampir di setiap halte terjadi antrian, terutama Harmoni Central Busway (HCB) tidak perlu diragukan lagi. Butuh paling tidak 10-15 menit, bahkan bisa 30 menit untuk mengantri bus.

Masalahnya sering terjadi ketika seseorang sudah berada di antrian paling depan dan dipersilakan petugas untuk naik, dia tidak mau karena malas berdesak-desakan. Dia lebih memilih menunggu bus berikutnya yang agak kosong agar dia bisa duduk padahal sudah dihimbau petugas untuk segera naik. Dah gitu, orang itu tidak memberikan jalan bagi pengantri di belakangnya yang ingin pulang cepat (dan rela berdesak-desakan naik ke bus yang hampir penuh itu). Perlu beberapa menit untuk menunggu bus berikutnya sedangkan antrian di belakangnya semakin panjang. Akibatnya halte semakin penuh dan arus pengantri semakin sulit ditertibkan.

Lha apa hubungannya dengan pemilu? mmm…(sambil mikir :-? ) Adalah hak seseorang untuk bisa naik di busway yang kosong (dan mendapat tempat duduk) karena dia sudah membayar. Tetapi dengan cara dia itu (mengulur-ulur sampai mendapat bus yang diinginkan), dia sudah melanggar hak orang lain (yang juga sudah membayar) untuk memilih bus yang sudah ada. Mbok yao (alangkah baiknya -red) kalau memang dia tidak mau masuk dan berdesak-desakan, dia jangan menghalangi orang di belakangnya.

Demikian juga dengan pemilu. Adalah hak seseorang untuk memilih partai, caleg, maupun capres yang dipandangnya baik. Akan tetapi orang lain juga punya hak untuk memilih pilihannya sendiri, yang tentu saja menurut anggapannya adalah yang terbaik juga. Jangan sampai ketika kita mendapat hak kita justru kita melanggar hak orang lain. Boleh-boleh saja kita mendukung mati-matian dan menunjukkan kelebihan-kelebihan calon kita tetapi tidak perlu menunjukkan kejelekan-kejelekan pilihan orang lain. Demikian juga dengan yang memilih golput. Silakan saja kalau mau golput. Itu hak warga negara juga (walaupun sebenernya dihimbau untuk tidak golput). Tetapi janganlah mengajak orang lain untuk golput, apalagi memaksa.

Janganlah menuntut hak kita dengan melanggar hak orang lain. Setuju ga?


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: