Wenas1032 speaks


Kereta Parung Panjang – Jakarta
October 17, 2008, 2:18 pm
Filed under: My experience

Dalam perjalanan saya dari Lebak Wangi ke Stasiun Senen untuk pulang ke Purwokerto, saya naik kereta jurusan Parung Panjang – Jakarta Kota. Tentu saja kelas ekonomi karena tidak ada kereta bisnis ap lalagi eksekutif di stasiun Parung Panjang. Model kereta ini sungguh kuno, seperti kereta-kereta zaman Jepang dulu. Dengan posisi tempat duduk menyandar dinding dan berhadapan, memungkinkan bagian tengah diisi lebih banyak orang. Ketika saya membeli tiket, saya sangat terkejut. Harganya ternyata hanya Rp 1.500,00. Saya berpikir, murah amir….wah pasti akan penuh sekali..Dan benar…. ketika pukul 04.30 saya naik, ternyata hanya tersisa tempat duduk. Dalam suasana gelap karena tidak ada cahaya masuk dan lampu kereta belum dinyalakan, saya nekat (ngesuk-suk) mendesak-desak penumpang lain agar saya kebagian tempat😀 dan berhasil..

Ah lega.. Saya pikir dengan perjalanan 1,5 jam kayaknya bakal cape kalau sampai tidak kebagian tempat duduk. Mana beberapa malam sebelumnya saya tidak sempat tidur nyenyak karena beberapa kali ada pasien berobat tengah malam atau dini hari. Puff…. lumayan nih dapat tempat duduk, pikir saya. Cuma sekarang saya kembali bingung, saya mau turun di mana nih. Salah seorang teman saya berkata bahwa kereta itu lewat Senen jadi saya bisa langsung membeli tiket kereta ke Purwokerto. Tapi ketika saya bertanya kepada salah satu petugas, dia mengatakan kereta tidak lewat Senen tapi harus ke Jakarta Kota dulu.

Ketika sedang sibuk berpikir, saya melihat seorang bapak-bapak (ini nih bahasa indonesia yang tidak baku, seorang kok bapak-bapak..singular apa plural nih? -red) yang sudah agak tua tidak kebagian tempat. Dengan jiwa (sok) pahlawan, saya mempersilakan bapak itu untuk duduk. Si bapak tersenyum dan kemudian kami berbasa-basi. “Turun mana Dik?” tanyanya.. “Kota pak. Oya pak saya bingung kalau mau turun Senen mendingan saya turun di stasiun mana ya?” “O ya turun kota aja gapapa, sudah deket kok. Nanti dari kota bisa naik KRL atau angkutan metro juga banyak. Sebenernya ada yang dari Parung Panjang langsung Senen, naik kereta dari Rangkas. Berangkatnya mungkin jam7 atau 8an”. Wah saya pikir-pikir kalau naik kereta tersebut walau lewat Senen tapi kalau berangkatnya jam segitu ya ga bakal kekejar nih. Saya harus naik Sawunggalih yang jam 8.15. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap naik kereta ini dengan berpatokan dengan omongan bapak itu bahwa Kota-Senen tidak jauh dan kereta bisa nyampe Kota jam 7 kurang. Wah lumayan nih, trik berbuat baik menghasilkan informasi yang (moga-moga) cukup akurat.

Akhirnya pukul 05.10 kereta berangkat, melewati berbagai stasiun: Cicayur, Serpong, Pondokranji, Kebayoran, Palmerah, Tanah Abang, Duri, Angke, Manggarai dan akhirnya pukul 06.45 sampai juga ke Stasiun Kota. Lumayan’lah ga harus berdiri lama dan lebih awal dari perkiraan.

Turun Stasiun Kota, saya bertanya ke petugas cara ke Senen. Dia mengatakan bisa pakai kereta, bisa pakai mikrolet. Kalau naik mikrolet, keluar jalan dikit samapi lampu merah, nyebrang, cari mikrolet M12 yang ke arah kiri. Akhirnya saya ikuti petunjuk petugas itu dan naik mikrolet M12 yang melewati Glodok, Hayam Wuruk, Sawahbesar dan akhirnya sampai ke stasiun Senen pukul 07.15 dengan harga Rp 5000,00. Masuk stasiun saya langsung pesan tiket sawunggalih (Senen-Kutoarjo)kelas bisnis. Harga tiketnya Rp 80.000. Wah naik dikit dari harga sebelumnya Rp 70.000,00 tapi lumayan’lah dah ga semahal waktu lebaran (Rp 100.000,00). Memang katanya PT KAI bermaksud menaikkan harga tiket kereta bisnis dan eksekutif untuk menutup biaya operasional. Ya ga pa pa sih pak, tapi mbok ya tolong itu toilet2 di kereta diperbaiki. Saya sih cowok, mau pipis tinggal pipis. Yang cewek itu kan kasian pak. Mana toilet sering ga bisa dikunci. Belum kalau tiba-tiba ada serangan fajar (kebelet boker wkwkwk).

Setelah memesan tiket, masih ada waktu senggang 50 menit, saya manfaatkan dengan Wuiiihhh lumayan enak sih, cuma ya agak mahal. Ketoprak 1 porsi+air mineral botol sedang Rp11.000,00 padahal ketopraknya cuma kupat, bihun dan kerupuk. Ya maklumlah di daerah stasiun pasti makanan harganya mahal. Pukul 08.25 kereta berangkat (buset baru mau berangkat aja dah telat 10 menit, ga ada itikad baik). Dan seperti yang sudah saya duga, kereta tiba di Purwokerto pukul 15.05 (terlambat 70 menit dari jadwal). Tapi karena dah kangen dengan purwokerto dan sepanjang perjalanan saya lebih banyak tidur, perjalanan menjadi tidak terasa hehehe….


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: