Wenas1032 speaks


Ikut berdukacita kepada korban bom 17 Juli 2009
July 17, 2009, 6:18 pm
Filed under: National Issue | Tags: , ,

Huff! Bener2 keterlaluan ya para teroris! Indonesia sudah cukup aman beberapa tahun ini sampai ketika tiba2 bom meledak di Hotel JW Marriot, Ritz Carlton dan Angke. Ngeri juga, secara tiap pagi kalo berangkat kerja, pasti lewat depan halte Polda yang deket banget sama Ritz… Coba kalo tadi pagi berangkatnya telat 30 menit aja, ga kebayang deh udah jadi apa aku.. Thanks God… Bener2 keterlaluan ya.. mau apa sih sebenernya mereka itu? ga gentle amat. Kalo masa kecilnya kurang bahagia, sono main kembang api aja, jangan main bom. Ckckck… Tragis banget… Ikut berdukacita kepada korban bom 17 Juli 2009. Semoga arwah dan amal kebaikannya diterima di sisi-Nya. Buat para suicider, hanya Tuhan yang tahu apakah perbuatanmu itu martir atau bukan.



Sekolah Kepagian Turunkan Kecerdasan Anak
Sekolah Kepagian Turunkan Kecerdasan Anak
12.04.08 (1:37 pm)   [edit]

Jurnal Nasional, Rabu 3 Desember 2008
by : Siagian Priska Cesillia
http://jurnalnasional.com/?med=Koran” title=”http://jurnalnasional.com/?med=Koran” target=”_blank”http://jurnalnasional.com/?me…%20Harian&sec=Kesehat an&rbrk=&id=74217 &detail=Kesehatan
 
Sekolah terlalu pagi berpotensi menurunkan kecerdasan anak.

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengumumkan per Januari 2009, jam masuk sekolah anak-anak sekolah akan dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB, dari sebelumnya pukul 07.00 WIB. Dasarnya adalah untuk mereduksi kemacetan sebesar 6-14 persen. Bagaimanakah sisi kesehatan menangkap niatan Pemerintah Provinsi Ibu Kota ini?”Hal ini dapat mengganggu metabolisme tubuh anak dan memengaruhi kesehatan emosional dan daya tangkapnya menerima pelajaran,” kata Dr Andreas A Prasadja kepada Jurnal Nasional.

Dokter spesialis kesehatan tidur atau Sleep Technologist ini kemudian menjelaskan bahwa jam biologis atau circadian rhythm adalah ritme yang mengatur semua aktivitas fisik secara periodik. Di mana pada pengaturan tidur dan bangun, jam biologis akan memberikan rangsangan. “Ketika harus terjaga, tubuh akan memberikan rangsangan terjaga. Sementara ketika utang tidur, tubuh akan memberikan rasa kantuk,” katanya seraya menyebutkan bahwa sepanjang hari keduanya berebut pengaruh.

Dokter yang mendirikan laboratorium tidur bekerja sama dengan RS Mitra Kemayoran ini kemudian memberikan gambaran. Bahwa ketika bangun pagi, utang tidur tidak ada. Ini kemudian direspons jam biologis dengan memberikan rangsang terjaga. “Puncak aktifnya, sekitar jam 10 pagi. Sehingga, utang tidur kalah,” Inilah yang kemudian membuat jam biologis menurun. Akibatnya, setelah makan siang, tubuh bereaksi dengan rangsangan mengantuk. “Namanya after lunch circadian dipping dan tidak ada hubungannya dengan habis makan, kenyang, lalu mengantuk,” katanya.

Memasuki sore hari, Andreas menyebutkan bahwa aktivitas jam biologis akan kembali naik. Sehingga, membuat seseorang terjaga dan berlanjut sampai saat malam yang membuat utang tidur menumpuk. “Itulah mengapa pada jam bugar sebaiknya kita beraktivitas. Dan ketika jam mengantuk kita istirahat,” kata Andreas.

Menurutnya, jika pada orang dewasa waktu tidur 5-6 jam sudah cukup, tidak demikian halnya bagi anak-anak. Usia sekolah dasar, kecukupan tidurnya adalah 9-10 jam. Di mana umumnya mereka baru mulai tidur ketika pukul 8-9 malam. Artinya, mereka sebaiknya bangun pukul enam pagi. “Itulah mengapa idealnya pelajaran mulai jam delapan pagi,” kata Andreas menekankan. Sehingga, ketika jam biologis memberikan reaksi aktif, mereka akan menerima pelajaran dengan baik.

“Karena, yang terjadi jika mereka berangkat sekolah pada saat harusnya tidur, maka emosional dan daya tangkapnya terhadap pelajaran pun tidak optimal,” kata Andreas. Di Amerika Serikat, bahkan ada gerakan memundurkan jam masuk sekolah menjadi 8.30 untuk memberikan privilege kepada anak-anak mendapatkan waktu tidur yang cukup. “Alhasil, prestasi akademis dan olahraga mereka pun meningkat. Bahkan, kenakalan remaja serta absensi berkurang, hanya dengan menambah jam tidur satu jam,” katanya lagi.

Penelitian yang dilakukan pada 2004 itu, menurut Andreas, juga didasari bahwa pada anak-anak, waktu tidur adalah waktunya memproduksi hormon pertumbuhan. Di mana salah satu hal terpenting yang dimiliki hormon pertumbuhan adalah menciptakan perisai daya tahan tubuh. “Akibat dari hormon pertumbuhan yang tidak maksimal akan membuat status emosionalnya menjadi labil. Belum lagi dengan tingkat kemacetan yang parah, membuat anak-anak harus bangun lebih pagi,” katanya.

Bisakah anak-anak mengganti utang tidur mereka dengan tidur siang? Menurut Andreas, dengan masuk sekolah pukul 6.30, maka minimal anak-anak harus bangun pukul 5.30 (ada anak-anak yang harus bangun pukul 04.00 bila jarak sekolah-rumah sangat jauh). Ketika pukul dua siang sepulang sekolah, mereka belum mengantuk karena jam biologis baru memasuki waktu aktif. “Belum lagi, anak-anak zaman sekarang diminta mengikuti banyak kursus oleh orang tuanya. Jadi, sulit sekali (untuk tidur siang),” kata Andreas.

Untuk meminimalisasi utang tidur, Andreas menekankan pada kualitas tidur malam hari. Pada saat persiapan tidur, anak harus mengondisikan otaknya untuk melalui tahapan-tahapan tidur. Tidur dalam, dapat terjadi ketika gelombang otak memasuki slow wave sleep atau fase tidur dalam. Untuk sampai pada tahap ini, gelombang otak Anda harus melalui tahap rapid eye movement (REM), Non-REM. Di mana pada tahap Non-REM dibagi empat tahap. Tahap 1-2 adalah tidur dangkal dan tahap 3-4 adalah tidur dalam. Tahap tidur dalam, adalah tahap di mana orang paling sulit dibangunkan.

Ketika anak terpaksa bangun lebih pagi untuk berangkat ke sekolah, maka waktu tidur dalamnya tidak panjang. Padahal, di tahap inilah hormon pertumbuhan menunjukkan eksistensinya. “Tandanya, anak sulit dibangunkan dan ketika bangun pun masih bengong. Kalau anak berhasil dibangunkan, itu artinya orang tua baru saja memotong proses tumbuh kembangnya,” kata Andreas.

dicopy dari http://sleepclinicjakarta.tblog.com/post/1970038004 dengan izin dari penulis (Dr. Andreas Prasadja, RPSGT)

posted by: sleepclinicjakarta (reply)
post date: 01.05.09 (5:22 pm)

Reply to:
Dear dr. Yohan,
Silahkan kopi artikel ini, tapi mohon tuliskan sumbernya juga. Tulisan ini pernah dimuat di harian Jurnal Nasional. Jika Anda mau, di blog ini juga ada yang hasil karya saya sendiri.

Silahkan melihat-lihat.

Salam,

Dr. Andreas Prasadja, RPSGT



Busway dan Pemilu
December 16, 2008, 11:01 pm
Filed under: National Issue | Tags: , , , ,

Emang ada hubungannya ya? hehe… sepertinya tidak. Cuma bisa aja sih kalo disambung2in. Begini ceritanya…

Namanya (calon) penumpang busway pasti pengin donk kalau bus yang ditumpanginya tidak penuh jadi dia bisa dapat tempat duduk. Tetapi di sisi lain dia pengin juga donk ga usah ngantri kelamaan langsung bisa naik bus tersebut. Akan tetapi sekarang kendalanya jumlah armada bus tidak sebanding dengan jumlah (calon) penumpang. Hampir di setiap halte terjadi antrian, terutama Harmoni Central Busway (HCB) tidak perlu diragukan lagi. Butuh paling tidak 10-15 menit, bahkan bisa 30 menit untuk mengantri bus.

Masalahnya sering terjadi ketika seseorang sudah berada di antrian paling depan dan dipersilakan petugas untuk naik, dia tidak mau karena malas berdesak-desakan. Dia lebih memilih menunggu bus berikutnya yang agak kosong agar dia bisa duduk padahal sudah dihimbau petugas untuk segera naik. Dah gitu, orang itu tidak memberikan jalan bagi pengantri di belakangnya yang ingin pulang cepat (dan rela berdesak-desakan naik ke bus yang hampir penuh itu). Perlu beberapa menit untuk menunggu bus berikutnya sedangkan antrian di belakangnya semakin panjang. Akibatnya halte semakin penuh dan arus pengantri semakin sulit ditertibkan.

Lha apa hubungannya dengan pemilu? mmm…(sambil mikir :-?  ) Adalah hak seseorang untuk bisa naik di busway yang kosong (dan mendapat tempat duduk) karena dia sudah membayar. Tetapi dengan cara dia itu (mengulur-ulur sampai mendapat bus yang diinginkan), dia sudah melanggar hak orang lain (yang juga sudah membayar) untuk memilih bus yang sudah ada. Mbok yao (alangkah baiknya -red) kalau memang dia tidak mau masuk dan berdesak-desakan, dia jangan menghalangi orang di belakangnya.

Demikian juga dengan pemilu. Adalah hak seseorang untuk memilih partai, caleg, maupun capres yang dipandangnya baik. Akan tetapi orang lain juga punya hak untuk memilih pilihannya sendiri, yang tentu saja menurut anggapannya adalah yang terbaik juga. Jangan sampai ketika kita mendapat hak kita justru kita melanggar hak orang lain. Boleh-boleh saja kita mendukung mati-matian dan menunjukkan kelebihan-kelebihan calon kita tetapi tidak perlu menunjukkan kejelekan-kejelekan pilihan orang lain. Demikian juga dengan yang memilih golput. Silakan saja kalau mau golput. Itu hak warga negara juga (walaupun sebenernya dihimbau untuk tidak golput). Tetapi janganlah mengajak orang lain untuk golput, apalagi memaksa.

Janganlah menuntut hak kita dengan melanggar hak orang lain. Setuju ga?



Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran
December 14, 2008, 6:50 pm
Filed under: National Issue | Tags: , ,
Judul Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran
Sumber Data Biro Hubungan Masyarakat Tanggal 26-11-2008
Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id
Lampiran Gambar uang (82 Kbytes)

No. 10/ 61 /PSHM/Humas
Bank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4 (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut dan ditarik adalah sebagai berikut:
i.
Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),
ii.
Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara),
iii.
Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan
iv.
Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).
“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang”, demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Pengedaran Uang.
Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).
Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 (lima) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018.
Jakarta, 26 November 2008
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT

Filianingsih Hendarta

Kepala Biro


Indonesia ke semifinal Piala AFF 2008
December 14, 2008, 6:46 pm
Filed under: National Issue, Uncategorized | Tags: , , ,

Kesebelasan Indonesia lolos ke semifinal piala AFF lho. Katanya sebelumnya namanya Piala Tiger ya… hehe.. dah lama ga ngikutin sepakbola. Kemaren aja kebetulan pas nonton Indonesia vs Singapura. Sayangnya pas saya tonton Indonesia pas kalah. Padahal sebelumnya Indonesia membantai Myamnar 3-0 dan Kambodja 4-0. Mungkin memang seharusnya saya ga usah nonton kali ya hehe… Di laga terakhirnya justru antiklimaks. Indonesia kalah 0-2 dari Singapura. Padahal sebenernya pemain yang diturunkan ga jauh2 dari 2 pertandingan sebelumnya. Saya sih mikirnya mungkin karena dah pasti lolos, Indonesia ga ngotot2 amat. Tetapi dilihat dari jadwal pertandingan berikutnya yang masih 1 minggu lagi ya harusnya Indonesia agak serius’lah. Ato mungkin dah serius tp memang kalah dari singapura ya? beberapa kali terlihat tim Indonesia frustrasi karena tidak berhasil membobol gawang Singapura, malah justru kecolongan 2 kali.

Akhirnya klasemen grup B dipimpin oleh Thailand dan runner upnya Vietnam. Itu artinya di semifinal Indonesia akan menghadapi Thailand. Agak sulit kelihatannya. Pertama karena Thailand menurunkan squad yang cukup hebat dan terbukti selama penyisihan tidak pernah kebobolan dan penyerangnya juga cukup produktif. Kedua, kekalahan kemarin mungkin cukup menggoyahkan rasa percaya diri squad Indonesia. Ketiga, Thailand sedang dalam kondisi kacau. Pasti mereka sangat ingin memberikan hadiah pelipur lara bagi rakyat Thailand. Ini yang harus diwaspadai Indonesia. Akan tetapi masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk berbuat yang terbaik. Pertandingan pertama di depan publik sendiri harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menabung nilai. Sukses terus buat tim merah putih!!



Selamat buat Marxis Kido – Hendra Setiawan
August 21, 2008, 4:01 pm
Filed under: National Issue

Selamat kepada pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia Marxis Kido dan Hendra Setiawan yang telah menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia. Ini merupakan salah satu persembahan mereka untuk memperingati hari ulang tahun Indonesia yang ke-63. Dari beberapa kali permainan, memang mereka telah menunjukkan permainan yang luar biasa sehingga pantas jika mereka mendapatkan medali emas. Sempat tertinggal pada set pertama dari pasangan China sempat membuat was-was juga sih, tetapi mereka mampu membaca permainan lawan pada set kedua dan ketiga sehingga akhirnya mereka mengukuhkan diri sebagai pasangan terbaik ganda putra pada Olympiade di Beijing kali ini. Selamat dan sukses ya… semoga diikuti juga oleh atlet lain.

Selamat juga kepada pemain ganda campuran badminton Liliyana – Nova Widiyanto yang menyumbangkan medali perak; serta pemain tunggal putri badminton Maria Kristin Yulianti, dan atlet angkat besi Triyatno dan Eko Yuli Irawan, masing-masing pada nomor 56-62 kg dan di bawah 56 kg yang menyumbangkan perunggu.

Perolehan medali Indonesia sampai saat ini 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu



Peminat PTT
August 13, 2008, 3:59 pm
Filed under: National Issue

Rupanya pendaftaran PTT masih menjadi salah satu moment yang sangat diminati bagi para dokter dan dokter gigi. Sampai saat ini tercatat sekitar 950an dokter dan 225an dokter gigi yang sudah mengirimkan berkas persyaratan PTT periode September 2008. Hal ini wajar karena gosip-gosipnya (entah sudah diputuskan atau belum), mulai tahun 2009 PTT merupakan salah satu syarat WAJIB untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Jadi ya para dokter dan dokter gigi yang, karena pertimbangan-pertimbangan tertentu ingin tetapi belum berkesempatan mengambil spesialisasi tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Banyak kabupaten di luar Jawa-Bali baik terpencil maupun sangat terpencil ditawarkan sebagai daerah tujuan PTT. Semoga PTT mampu menjadi sarana bagi dokter/dokter gigi untuk mengabdikan ilmu dan ketrampilannya demi kemanusiaan, dan di sisi lain menjadi sarana bagi dokter/dokter gigi sendiri untuk menambah pengalaman, dan tidak lupa juga pundi-pundinya hehe.. Hanya sayangnya usulan depkes untuk memberikan insentif bagi dokter/dokter gigi yang ditugaskan di daerah terpencil belum disetujui oleh depkeu. Jadi sampai saat ini hanya mereka-mereka yang bertugas di daerah sangat terpencil yang mendapatkan insentif Rp 5juta/bulan di luar gaji pokok (yang denger-denger sih sekitar 1,7 juta. Sedangkan untuk daerah terpencil mendapat gaji pokok (yang denger-denger sih sekitar 1,5 juta) tanpa insentif. Semoga ini tidak menyurutkan keinginan untuk mengikuti PTT.



PTT 2008
July 28, 2008, 11:22 am
Filed under: National Issue

Bagi teman-teman yang sudah mendapatkan nomer STR nya, bisa mendaftar PTT online mulai 29 Juli di www.ropeg-depkes.go.id. Buruan cuma smp tgl 6 agustus 2008…..

Selamat mengabdi!



Obat Rakyat
July 9, 2008, 2:51 pm
Filed under: National Issue

Belum lama ini (atau saya yang ketinggalan berita ya?), Indofarma sebagai penghasil obat generik di Indonesia mengeluarkan Obat Rakyat, Murah dan Berkualitas. Obat ini terdiri dari obat batuk kering, obat batuk cair, obat penurun panas, obat maag, obat cacing dewasa, obat cacing anak, obat tambah darah, dan lain-lain.

Tampaknya Indofarma sedang berusaha untuk membuat obat kombinasi dengan harga generik. Suatu langkah yang bagus untuk menekan biaya pembelian obat di saat-saat sulit seperti ini. Hanya saja mungkin perlu diimbangi dengan edukasi bagi masyarakat tentang penggunaan obat-obat tersebut. Pemberian obat tanpa edukasi kepada pasien hanya akan mengakibatkan berulangnya penyakit tersebut dan masyarakatpun perlu diberi tahu jika setelah minum obat tidak ada perbaikan, mereka perlu mencari pengobatan pada profesi yang tepat, yaitu dokter



Pengumuman UKDI
June 15, 2008, 11:31 am
Filed under: National Issue

Hayo penasaran ya sama pengumuman UKDI?

samalah…janjinya sih tgl 14 juni kemaren dah mau ditempel ke lokasi ujian. Dah gitu katanya mau diusahain hasil dikirim jg lwt FK yg bersangkutan. Secara gitu, anak unsoed kan ujiannya di undip. Rada2 maleslah kl hrs ke Semarang. Iya kl lulus (impas sm capenya), lha kl ga lulus? (gimana coba? mau nangis malu kan ga di kampusnya ndiri, mau marah ga bisa jg lhawong ga kenal sama panitianya yg di semarang) wekeke… Eh ternyata smp skrg blm ada kejelasannya. Websitenya jg ga menyediakan pengumuman UKDI..

Duh gmn nih KBUKDI, saya terkena gangguan cemas kronik ini… mana ga begitu optimis lagi waktu kemaren ngerajin.. ya harapannya semga lulus semua deh, biar bisa segera mengabdi ke masyarakat. Ya ga? Ga ya? Ya ato ga? Ga ato ya? Ya aja deh…