Ini nih yang ditunggu2 para CPNS. Ya… setelah bekerja selama beberapa bulan, wajar dong mengharapkan gaji yang tak kunjung tiba. Secara PNS gitu, eh CPNS ding malah, sementara masih mengandalkan gaji untuk bertahan hidup. Jadi ceritanya kemaren April itu aku dah mulai kerja, tapi karena permasalahan birokrasi, seperti halnya teman-teman lain, gaji April baru bisa cair setelah diusulkan ke bendahara negara. Jadi mulailah diriku bekerja bulan April itu tanpa belum digaji. Eh ternyata ada yang salah dengan surat pengangkatanku menjadi CPNS. Jadi terpaksa bulan Mei juga tidak bisa terima gaji.. huhuhu sedihnya. Mau makan apa saya mak??? tapi tetep semangat dong kerja, mengabdi pada negara huehehe… dan akhirnya tanggal 15 kemaren, hari senin, datanglah Pak Mitro dari keuangan. “Dok, rapelannya dah keluar…” yipiiii…. senangnya dapat 2 bulan gaji berturut-turut. Ya begitulah, dibilang seneng ya seneng karena gaji akhirnya turun, walaupun itu sebenernya memang hak kita. (Berarti negara utang ke kita dunk hehe…) Lumayan’lah duitnya bisa buat ngelunasin utang makan di Pak Turiman… indomie 2, nasi uduk 2, bakwan 6, kerupuk 4, dibayar LUNAS :p
Filed under: Uncategorized | Tags: depok, FIB UI, gelar jepang 2009, UI bebas rokok
Hari minggu kemarin, setelah jaga di klinik, Eva (FO di klinik aku jaga) mengajak untuk nonton pameran2 berbau Jepang. Karena emang ga ada rencana setelah siang itu, aku manggut2 aja. Akhirnya kami berlima bersama mbak Gita, Kobayashi shang, dan Mr. Maskuri meluncur ke Depok, tepatnya Fakultas Ilmu Budaya UI. Setelah menempuh kurang lebih 1 jam, (untungnya ga macet), masuklah kami ke tempat pameran tersebut. Di situ banyak sekali pameran kaos, sandal, makanan-minuman yang bernuansa Jepang. Ada juga band-band yang membawakan lagu2 anime gitu. Sementara semua peserta mengenakan kostum anime. Lumayan sih bisa cuci mata lihat2 cewek cantik&menarik dg kostum2nya
Tapi yang betul2 mengagumkan(ku), adalah ketika memasuki kawasan pameran. Ada “aturan main”, antara lain dilarang membawa senjata tajam, dilarang membuat keributan, dan yang paling hebat adalah DILARANG MEROKOK. Padahal itu kawasan terbuka lho. Yang di ruang tertutup aja kadang masih nekat untuk merokok, tapi tampaknya panitia cukup tegas, dan pengunjung yang datangpun cukup patuh dengan aturan itu. Dan pengunjung yang datangpun tetap membludak. Tampaknya memang mereka berkomitmen untuk menjadikan UI kawasan bebas rokk 2012. Salut bro&sis… congratz deh acaranya
Filed under: Kedokteran Populer | Tags: dehidrasi, gagal ginjal, kekentalan darah
Saya mendapatkan email dari teman saya, dan sebagai teman yang baik (^;^)v, saya tampilkan ke blog. Minta izin ya kang, forward emailnyaa…
KEKENTALAN DARAH DALAM TUBUH, MENGAPA TERJADI??? Ada satu pertanyaan yang masuk ke mailbox saya, yaitu “Mengapa harus minum air putih banyak-banyak. .?” Well, sebenarnya jawabannya cukup “mengerikan” tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:
Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%.Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah. !!
Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, Sementara darah memiliki Komponen air 95%.
Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari.
Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari…?
Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya…? Dengan jalan “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri.Dari otak…?
Belum sampai segitunya (wihh….bayangkan otak kering gimana jadinya…), melainkan dari sumber terdekat : Darah. !! Darah yang disedot airnya akan menjadi kental.. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar
ketimbang yang encer. Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) Ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak
jarang darah yang kental bis a menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan
ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ‘
kan …? Nah saat darah kental meng alir lewat otak, perjalanannya agak terhambat.. Otak tidak lagi “encer”, dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros
mengkonsumsi makanan dan oksigen, Lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya…(ya wajarlah namanya juga kurang makan…)
Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental….. ),maka serangan stroke bisa lebih lekas datang Sekarang tinggal anda pilih: melakukan “investasi” dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari- atau- “membayar bunga” lewat sakit ginjal atau stroke.
Anda yang pilih…!
Forwardlah E-mail ini kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang Anda cintai !
Filed under: My experience | Tags: aktivitas yohan, dokter, ekstradisi, imigrasi, klinik, polda
Senin, 25 Mei 2009: ke polda, bersama Roy, mas Beny, mas Heru atas permintaan Pak Jan Maringka untuk memeriksa status kesehatan tahanan. Sampai kesana ketemu Pak Yanuar, Bu Yunita dan orang2 Polda. Sorry ga apal. Hasil nihil
Selasa, 26 Mei 2009: ke polda lagi, kali ini ditambah dengan dr. Hendra. Berkenalan dengan dr. Dedy Affandi, SpJP, ketemu langsung dengan Pak Jan Maringka, orang2 Polda, Deplu, Imigrasi; dan finally mission is completed. Ditutup dengan makan kambing2an hehe…. thx Pak Jan jamuannya
Rabu, 27 Mei 2009: kali ini bisa beristirahat, fokus dengan pasien di poli. Kasihan 2 hari ditinggal2…
Kamis, 28 Mei 2009: sepertinya akan berlangsung baik2 saja, siap untuk pulang ke rumah ketika tiba2 hp berbunyi. Ternyata panggilan dari bos. Home visite! OK ndan! Siap! dan malam harinya berlalu begitu pelan, berpikir apakah terapi yang diberikan tadi cukup
Jumat, 29 Mei 2009: “Demamnya masih naik turun dan masih muntah” Duh apa yang kurang ya? berdoa semoga dia mau makan dan minum elektrolit walaupun cuma sedikit. Cukup bikin badmood juga nih. Sampai2 nonton terminator ketiduran. Padahal filmnya seru..! Untung ada teman2ku Roy, Wendo dan Mutiara yang menghibur. Thx friends
Sabtu, 30 Mei 2009: kok ngantuk ya… tapi ada jadwal jaga. Ayo semangat2… ternyata pasien cuma sedikit. Tapi seneng sih, ternyata kartu NPWPku dah jadi. Horeee…!! Thx Pak Zen dan Anggi. Sebenernya untung juga sih sepi pasien, jadi sempet rekap data pasien dan teliti ulang. Maklumlah, rekap hasil kolaborasi beberapa kepala tanpa briefing dulu. Jadi kadang2 model pencatatannya ga sealiran. Pulang jaga.. saatnya tidur. Melemaskan otot2 tubuh
Minggu, 31 Mei 2009: jaga maning jaga maning… tapi gapapalah, rezeki ga boleh ditolak. Walo kelaparan karena cuma diganjel 2 gorengan harus tetep semangat. Eh tiba2 ditelpon oleh Koplink, teman SMU’ku. “Ayo dolan ke semanggi. Aku bareng Sintadhi lho…” Wah langsung semangat ketemu teman lamaku. Berangkat bareng dr. Mathilda dan PS (Pok Sri), tapi sampai sana berpisah ke tujuan masing2. Setelah nunggu beberpa lama, akhirnya ketemu juga dengan 2 penjahat itu. Gojeg kewanpun dimulai sambil menikmati santap bakso malang (sebenernya aku aja sih yang makan, mereka cuma nonton aku makan sambil sesekali menyeruput juice mereka). Dan beberapa saat kemudian, datang 1 orang lagi yaitu Oscar… wah tambah gayeng. Sayang..tiba2 hp berbunyi… “Dok, pasiennya butuh dokter” Waduh terpaksa reuni dilakukan tanpa kehadiran seorang Munthil hehe… langsung deh meluncur ke IMSC. Sampai disana, ternyata pasien harus dihecting. Mana orang asing lagi.. duh Gusti, paringana kamus… tapi akhirnya dengan bantuan beberapa pihak, terutama Zr.Yamazaki, Fernando dan Kak Nur, selesai juga tugas. Moga2 ga ada apa2 ya… puff… cape bener. Pulang langsung tepar deh…
CU in my activity on the 23rd week