Filed under: Medical Events | Tags: ecg, ekg, harapan kita, perki, rekam jantung
Next…
10-11 Januari 2009; 7-8 Februari 2009; 14-15 Maret 2009; 4-5 April 2009
Tempat: RS Harapan Kita Wisma Bidakara; Jl S. Parman Slipi, Jakbar
Fasilitas: Pelatihan, Buku panduan, sertifikat terakreditasi IDI 6 SKP, makan siang dan 2 x coffee break
Biaya: 1.000.000/peserta
Dah lama sih sebenernya pengin ngrasain mie aceh tuh kaya apa. Secara aku kan termasuk penyuka mie. Mau dibikin model apapun suka. Jd ya penasaran aja kalau mie aceh itu bentuknya gimana. Akhirnya baru kesampaian tadi malam. Ternyata bentuknya kaya mie biasa (ya iyalah….namanya juga mie). Cuma yang membedakan mungkin kuahnya kali ya. Kebetulan aku nyoba mie tumis sedangkan 3 temanku yang lain mencoba mie kuah khusus. Hampir sama sih, cuma kalau mie tumis ada udangnya dan kuahnya lebih kental. Oya jangan sampai ketuker antara mie kuah khusus dan mie kuah spesial. Mie kuah khusus itu pakai daging, sedangkan mie kuah spesial pakai udang.
Ok lanjut ke masalah kuah. Ya gitu, bedanya dengan mie rebus yang biasanya, mie aceh itu kuahnya kental dan spicy. Dah gitu agak pedes (atau panas ya??) mungkin karena banyaknya merica yang dicampurkan. Terus yang unik, mie aceh ga pakai kerupuk tapi pakainya emping. Selain itu ada irisan bawang mentah dan timun bagi yang suka. Rasanya enak sih, walaupun ga terlalu beda dengan mie rebus biasanya. Kalau masalah harga, kemarin kebetulan belinya di Depok. Untuk mie rebus spesial atau khusus harganya 13000 sedangkan mie tumisnya 14000. Teh manis 2500, es teh manis 3000, juice 6000. Aku lupa nama rumah makannya.
Ok deh, bagi yang mungkin pengin nyoba atau punya resep untuk bikin bumbu mie aceh yang enak bisa sharing2 disini…
Filed under: Uncategorized | Tags: 2008, debrito, debritto, jb, jbc 161, manuk, yogyakarta
Manuk pulang kandang, minggu 28 desember 2008 pk 9.00 di kantin JEBE. Acara temu kangen, mangan2, nyolong rotine Pak Bob, nggabru baksone Pak Man, misuh-misuhi guru, dodolan stiker, de el el
Sampaikan ke alumni yg lain
Filed under: National Issue | Tags: bank indonesia, kadaluwarsa, mata uang
Judul Bank Indonesia Mencabut dan Menarik 4 (empat) Pecahan Uang Kertas dari Peredaran Sumber Data Biro Hubungan Masyarakat Tanggal 26-11-2008 Contact Biro Humas, Telp : (62-21) 381-7187 Fax : (62-21) 350-1867, E-mail : humasbi@bi.go.id Lampiran Gambar uang (82 Kbytes)
No. 10/ 61 /PSHM/HumasBank Indonesia terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/33/PBI/2008 secara resmi mencabut dan menarik 4 (empat) pecahan uang kertas dari peredaran. Pecahan uang kertas yang dicabut dan ditarik adalah sebagai berikut:
i. Rp10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien),
ii. Rp20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara),
iii. Rp50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan
iv. Rp100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr.Ir.Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta, berbahan polymer).“Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan antara lain masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang”, demikian disampaikan S. Budi Rochadi, Deputi Gubernur bidang Pengedaran Uang.Dengan pencabutan dan penarikan uang rupiah dari peredaran maka terhitung mulai tanggal 31 Desember 2008, empat pecahan uang tersebut tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender).Namun demikian, bagi masyarakat yang masih memegang uang pecahan-pecahan tersebut dapat melakukan penukaran dengan uang rupiah pecahan yang sama atau pecahan lainnya yang masih berlaku di kantor-kantor Bank Indonesia atau bank umum terdekat. Batas waktu penukaran empat uang pecahan tersebut di bank umum adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 atau 5 (lima) tahun sejak pencabutan dan penarikan uang tersebut. Sementara itu, batas waktu penukaran di Bank Indonesia adalah sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 atau selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal pencabutan. Hak untuk menuntut penukaran empat pecahan uang rupiah yang dicabut dan ditarik tersebut tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung tanggal 31 Desember 2018.Jakarta, 26 November 2008
BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT
Filianingsih Hendarta
Kepala Birodikutip dari http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/sp_106108.htm tanpa disunting
Filed under: National Issue, Uncategorized | Tags: indonesia, piala aff 2008, semifinal, thailand
Kesebelasan Indonesia lolos ke semifinal piala AFF lho. Katanya sebelumnya namanya Piala Tiger ya… hehe.. dah lama ga ngikutin sepakbola. Kemaren aja kebetulan pas nonton Indonesia vs Singapura. Sayangnya pas saya tonton Indonesia pas kalah. Padahal sebelumnya Indonesia membantai Myamnar 3-0 dan Kambodja 4-0. Mungkin memang seharusnya saya ga usah nonton kali ya hehe… Di laga terakhirnya justru antiklimaks. Indonesia kalah 0-2 dari Singapura. Padahal sebenernya pemain yang diturunkan ga jauh2 dari 2 pertandingan sebelumnya. Saya sih mikirnya mungkin karena dah pasti lolos, Indonesia ga ngotot2 amat. Tetapi dilihat dari jadwal pertandingan berikutnya yang masih 1 minggu lagi ya harusnya Indonesia agak serius’lah. Ato mungkin dah serius tp memang kalah dari singapura ya? beberapa kali terlihat tim Indonesia frustrasi karena tidak berhasil membobol gawang Singapura, malah justru kecolongan 2 kali.
Akhirnya klasemen grup B dipimpin oleh Thailand dan runner upnya Vietnam. Itu artinya di semifinal Indonesia akan menghadapi Thailand. Agak sulit kelihatannya. Pertama karena Thailand menurunkan squad yang cukup hebat dan terbukti selama penyisihan tidak pernah kebobolan dan penyerangnya juga cukup produktif. Kedua, kekalahan kemarin mungkin cukup menggoyahkan rasa percaya diri squad Indonesia. Ketiga, Thailand sedang dalam kondisi kacau. Pasti mereka sangat ingin memberikan hadiah pelipur lara bagi rakyat Thailand. Ini yang harus diwaspadai Indonesia. Akan tetapi masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk berbuat yang terbaik. Pertandingan pertama di depan publik sendiri harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menabung nilai. Sukses terus buat tim merah putih!!